Selasa, 11 Oktober 2011

Ilmuwan Kazakhstan Ciptakan Pengetes Kandungan Babi dalam Makanan

Para ilmuwan khususnya ilmuwan Muslim Kazakhstan telah berhasil menciptakan sebuah alat yang mampu mendeteksi secara cepat kandungan daging babi dalam sebuah makanan, sebuah surat kabar terkenal melaporkan pada hari Senin kemarin (3/5)
Alat yang berupa Stik plastik tersebut akan mendeteksi molekul-molekul yang ada di dalam makanan, sehingga alat ini bisa dapat menentukan suatu makanan tersebut mengandung babi atau tidak, salah binatang terlarang untuk dimakan oleh umat Islam dan dapat dengan mudah ditemukan di negara-negara Asia Tengah, kata surat kabar mingguan Megapolis.
"Bukan rahasia lagi bahwa beberapa koki melakukan praktek curang dengan menipu dan menambahkan daging babi pada menu makanan yang berbahan dasar daging sapi untuk membuat hidangan yang disajikan menjadi lebih murah," tulis surat kabar itu pada hari Senin kemarin, sembari mengatakan bahwa praktik curang tersebut tersebar luas di wilayah Kazakhstan.
"Ketika Anda mendapatkan sepotong daging sapi di dalam kue pastel Anda, potonglah menjadi beberapa bagian kecil dan masukkan ke dalam segelas air kemudian Aduk, lalu letakkan stik plastik untuk mengetes ... Dalam waktu hanya satu atau dua menit Anda akan melihat hasilnya."
Megapolis mengatakan tidak jelas kapan dan bagaimana tes itu dilakukan, apakah ada perubahan pada stik yang dicelupkan ke dalam air tersebut, apakah perubahannya seperti alat pengetes kehamilan yang akan berubah warna bila digunakan, namun diharapkan kedepannya alat ini akan banyak tersedia secara bebas.(voa islam)

Adnin Armas: Siswa Muslim Lebih Kenal Marcopolo Daripada Ibnu Baituta

Jakarta – Pengamat Islam dan peradaban yang juga Pemimpin Majalah Gontor Adnin Armas, menjelaskan, ketika zaman keemasan Islam, telah banyak lahir ilmuwan Islam yang mumpuni di bidang agama Islam. Mereka banyak menemukan teori-teori baru dan membuat berbagai macam peralatan yang memiliki arti penting dalam sejarah peradaban dunia.
Misalnya, di bidang matematika, para pakar matematika Muslim telah member kontribusi nyata dalam menemukan berbagai macam teori, seperti sistem bilangan decimal, sistem operasi dalam matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, eksponensial, dan penarikan akar.
Tak Cuma itu, mereka juga memperkenalkan angka-angka dan lambing bilangan, termasuk angka nol (zero). Mereka juga menemukan bilangan phi, persamaan kuadrat, algoritma, fungsi sinus, cosines, tangent, cotangent, dan lain-lain. Pakar matematika Muslim itu antara lain: al-Khawarizmi, al-Kindi, al-Karaji, al-Battani, dan Umar Khayyam yang tekah banyak memberikan warna di dunia sains.
Sementara itu dibidang kimia ada namaJabir Ibnu Hayyan, al-Biruni, Ibnu Sina, ar-Razi, dan al-Majriti. Jabir Ibnu Hayyan yang telah memperkenalkan eksperimen kimia mendapat predikat sebagai “Bapak Kimia Modern”.
Di bidang biologi, para ilmuwan Muslim menorehkan namanya. Mereka antara lain: al-Jahiz, al-Qazwini, al-Damiri, Abu Zakariya Yahya, Abdullah bin Ahmad bin al-Baytar, dan al-Mashudi. Al-Jahiz adalah pencetus pertama teori evolusi. Sayang, namanya tidak disebutkan dalam buku-buku pelajaran biologi di sekolah maupun di perguruan tinggi. Pelajar dan mahasiswa lebih mengenal nama Charles Darwin, ilmuwan yang hidup seribu tahun sepeninggal al-Jahiz.
Sedangkan di bidang Fisika, ada al-Haitham, Ibnu Bajjah, al-Farisi, dan Fakhruddin ar-Razi. Selain jago fisika, Fakhruddin ar-Razi juga jago matematika, astronomi, dan ahli kedokteran. Ia adalah ulama yang intelek.

Fakhruddin juga seorang mufassir yang ahli kedokteran dan fuqaha yang ahli matematika. Para ilmuwan Muslim yang hidup di era keemasan Islam itu memang jago dibidang ilmu kealaman, sekaligus pakar agama. Mereka ahli tafsir, pakar syariah, dan bidang-bidang lainnya.
“Kami ingin membuka tabir dan menggali harta karun yang terpendam, berupa ilmu, untuk dihidupkan kembali. Sangat disayangkan, pelajar sekarang lebih mengenal Marcopolo ketimbang Ibnu Baitutah. Sebetulnya, banyak karya yang belum dikaji (masih berupa manuskrip). Karena itu, kami berharap akan melahirkan generasi ulama yang intelek. Kami yakin, generasi Muslim yang luar biasa itu bisa kembali diwujudkan,” kata Adnin Armas yang sedang menyelesaikan gelar doktornya di sebuah universitas ternama di Malaysia. (voa-Islam)

Zionis meratakan sebuah masjid di Tepi Barat

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Rezim Zionis Israel telah menghancurkan sebuah masjid di dekat Tubas, Tepi Barat, dalam rangkaian terbaru kekerasan yang ditujukan kepada warga Palestina.
Pasukan Israel dilaporkan Palestine Tribune meratakan sebuah masjid di Khirbet Yarza, lingkungan Baduy yang terletak di Tubas, Lembah Yordan, pada Selasa pagi (11/10/2011).
Lebih dari lima personil pasukan Israel menghancurkan bangunan ibadah seluar 60 meter persegi dengan buldoser, tutur kepala desa Wadi Al-Maleh.
Sementara itu, pasukan Israel mengklaim masjid itu dibangun secara ilegal. Para aktivis Palestina melaporkan bahwa Lembah Yordan harus menghadapi aksi pembersihan etnis yang dilakukan Israel terhadap warga setempat.
Aksi penghancuran masjid ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan pasukan Zionis dalam tujuh bulan terakhir. (arrahmah)